Media Pembelajaran 1

Published 10 Maret 2012 by bebekoneng

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Belajar adalah sebuah proses untuk mendapatkan sebuah pengalaman dan ilmu. Proses tersebut dapat terjadi kapan pun dan dimana pun. Salah satu tanda adanya seseorang sedang belajar adalah adanya sebuah perubahan tindakan yang terjadi dalam diri seseorang tersebut. Perubahan tersebut didasarkan atas sebuah proses dimana dalam proses tersebut ia peroleh melalui sebuah media pembelajaran. Media Pembelajaran dalam hal ini sangat berpengaruh penting karena dengan media pembelajaran seseorang bisa meningkatkan ilmu dan pengetahuannya, meningkatkan motivasi, menghilangkan rasa kebosanan,dll. Karena itula sebuah media pembelajaran sangat berperan penting dalam hal meningkatkan mutu dan kualitas sebuah pengajaran bagi peserta didik.

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
    2. Apakah Dasar/landasan penggunaan media pembelajaran?
    3. Apa Urgensi Penggunaan Media Pembelajaran ?
    4.  Apa Fungsi dan Manfaat media pembelajaran ?
  1. Tujuan Masalah
    1. Untuk mengetahui definisi media pembelajaran
    2. Untuk mengetahui dasar/landasan penggunaan media pembelajaran
    3. Untuk mengetahui urgensi penggunaan media pengejaran
    4. Untuk mengetahui fungsi dan manfaat media pembelajaran

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Media Pembelajaran

Banyak sekali pengertian media pemelajaran yang diungkapkan oleh para tokoh, tetapi menurut terminologi kata media berasal dari bahasa latin medium, yang artinya perantara.[1] Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (وسا ئل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[2] Association for Education and Comunication Technology (AETC) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program intructional[3].

Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik dari kesimulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performance mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai[4].

Istilah media pembalajaran memiliki beberapa memiliki beberapa pengertian. Gerlach dan Ely (1971), misalnya, memberikan pengertian media secara luas dan secara sempit. Adapun secara luas yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah seyiap orang, materi, atau peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Bertolak dari pengertian tersebut media tidak hanya berupa benda, tetapi dapatberupa manusia dan peristiwa pembelajara. Guru, buku teks, lingkungan sekolah dapat menjadi media. Adapun pengertian secara sempit yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah sarana nonpersonal (bukan manusia)yang digunakan oleh guru yang memegang peranan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan. Dengan demikian pengertian tersebut cenderung menganggap wujud media adalah alat-alat grafis, foto grafis, atau elektronik untuk menangkap, menyusun kembali informasi visual atau verbal[5].

Media pengajaran ternyata diartikan dengan berbagai cara, ada yang mengartikan “setiap orang”, materi, peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. (Winkel, 1991: 187). Apapun batasan yang diberikan, terdapat persamaan-persamaan, diantaranya yaitu bahwa; media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Namun pada dasarnya media pembelajaran tersebut dipakai oleh seorang guru untuk:[6]

  1. Memperjelas informasi atau pesan pengajaran;
  2. Memberi tekanan pada begian-bagian yang penting;
  3. Memberi variasi pengajaran;
  4. Memperjelas struktur pengajaran; dan
  5. Memotifasi proses belajar siswa.

Dengan demikian beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para pakar pembelajaran tentang pengertian media pembelajaran, yang satu sama lain banyak memiliki kesamaan yaitu begaimana pesan atau informasi secara efektif dan efisen dapat di terima dan selalu diingat oleh pembelajar.

  1. Dasar / Landasan Penggunaan Media Penggunaan Media Pembelajaran

Dalam pembelajaran bahasa Arab dasar yang dianjurkan untuk digunakan adlah asas keberhasilan

C.  Urgensi atau Pentingnya Media Pembelajaran

Kegiatan dalam proses belajar mengajar, kehadiran media mempunyai arti cukup penting,karena kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting, karena seperti yang dikemukakan oleh Edgar Dale (dalam Sadiman, dkk,2003:7-8) dalam klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling konkrit ke yang paling abstrak, dimana partisipasi, observasi, dan pengalaman langsung memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pengalaman belajar yang diterima siswa. Penyampaian suatu konsep pada siswa akan tersampaikan dengan baik jika konsep tersebut mengharuskan siswa terlibat langsung didalamnya bila dibandingkan dengan konsep yang hanya melibatkan siswa untuk mengamati saja.[7]

Hamalik (1986) Mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.[8]

Yunus (1942: 78) dalam bukunya Attarbiyatu watta’liim mengungkapkan sebagai berikut:

ا نها أ عظم تا ثير افى الحو اس و اخمن الفهم,,,,,,,

فمارا,كمن سمع

Maksudnya: bahwasanya media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indera lebih dapat menjamin pemahaman…orang yang mendengarkan sajalah tidak sama tingkat pemahamanya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan mereka yang lihat, atau melihat dan mendengarkannya. Selanjutnya, Ibrahim (196: 432) menjelaskan betapa pentingnya media pembelajaran karena:

تجلب السرور للتلا ميذ وتجدّ دنشاطهم….

انهاتساعدعلى تشبيت الحقائق في اذهان

التلا ميذ…. انها تحيي الد رس

Maksudnya: media pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan memperbarui semangat mereka….membantu menetapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran.[9]

Dalam hal diatas membahas bahwa siswa menerima pelajaran atau pengetahuan itu melalui pancaindra . Yakni mata melihat, telinga mendengar, tangan meraba, hidung mencium, dan mulut mengecap. Jika hal tersebut dinyatakan dengan persentase maka potensi pancaindra siswa yang terpusat pada pelajaran pada saat siswa mengikuti KBM melalui penglihatan sekitar 75%, melalui pendengaran 13 %, melalui perabaan 6%, melaui perasaan 6%,melalui penciuman 3%. Dari gambaran tersebut tampak jelas bahwa hampir tiga perempatnya (75%) dari mata pelajaran atau pengetahuan diterima oleh siswa melalui penglihatan .Sedangkan yang melalui pendengaran hanya 13 % saja. Dengan demikian pelajaran yang disertai media pengajaran termasuk alat peraga akan memperoleh hasil yang jauh lebih baik ketimbang pelajaran yang hanya menggunakan metoda ceramah saja. [10]

Baugh dalam Achsin, 1986. Mengungkapkan kurang lebih 90% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan hanya sekitar 5% diperoleh melalui indera dengar dan 5% lagi dengan indera lainnya. Sementara itu , Dale (1969) memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang berkisar 75%, melalui indera dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%.[11]

Selain itu juga terdapat penelitaian tentang perbandingan efektivitas pacaindera  dari hasil pengajaran yang hanya memungsikan pendengaran saja dengan kombinasi belajar yang mengkombinasikan pendengaran dan penglihatan , menunjukan bahwa pelajaran yang diterima melalui pendengaran / pembicaraan ; 3jam kemudian yang dapat diingat kembali 70%, dan 3 hari kemudian hanya akan diingat 10% saja . Sementara itu pelajaran / pengetahuan yang diterima melalui penglihatan dan pendengaran menunjukan 3 jam kemudian siswa dapat mngingat kembali 85% dan 3hari kemudian siswa masih mampu mengingat sekitar 65 %.
Dari hasil tersebut dapat kita simpulkan  pengajaran yang mengandalkan ceramah saja akan mudah dilupakan siswa , karena setelah 3 hari hanya 10 % saja yang masih diingat. Sedangkan pengajaran yang mengkombinasikan pendengaran dan penglihatan yakni menggunakan metoda ceramah yang dibantu oleh media pengajaran maka dalam 3 hari usai mengikuti pelajaran yang masih diingat pelajar sekitar 65 % dari bahan pelajaran yang disajikan.

Media pengajaran yang digunakan guru memiliki peran yang cukup urgen dalam membantu meningkatkan kemampuan pelajar  diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran
  2. melalui alat bantu pengajar menjelaskan konsep / tema pelajaran yang abstrak dapat diwujudkan dalam bentuk kongkrit (melalui contoh,model ) .
  3. memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa
  4. jalannya pelajaran tidak membosankan atau tidak monoton .
  5. meningkatkan peran pendidik untuk melakukan perubahan yang positif
  6. segala indra dapat diaktifkan dan turut berdialog / berproses.
  7. kelemahan satu indra misalnya mata atau pendengaran dapat diimbangi oleh indara lainya.
  8. Meningkatkan kualitas pembelajaran
  9. lebih menarik minat dan kesenangan siswa serta memberikan variasi cara belajar siswa serta
  10. membantu mendekatkan dunia teori dengan realita yang sesunguhnya.
  1. Fungsi, Kegunaan, dan Peran Media Pembelajaran

Dalam proses belajar-mengajar, media memiliki fungsi yang sangat penting. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Selain fungsi tersebut Hamalik (1986: 10) mengemukakan bahwa penggunaan media dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar-mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Penggunaan media juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman, menyajikan materi/ data dengan menarik, memudahkan menafsirkan data, dan memadatkan informasi[12].

Pada awalnya media hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yakni berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa dalam rangka mendorong motivasi belajar, memperjelas, dan mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi lebih sederhana, konkrit, serta mudah dipahami. Dengan demikian media dapat berfungsi untuk mempertinggi daya serap dan retensi anak terhadap materi pembelajaran. Kemudian dengan masuknya pengaruh teknologi audio dan video dalam sistem pendidikan, lahirlah alat audio visual terutama menekankan penggunaan pengalaman langsung/ konkrit untuk menghindarkan verbalisme[13].

Pada saat ini media pengajaran mempunyai fungsi:[14]

  1. Membantu memudahkan belajar bagi siswa/mahasiswa.
  2. Memberikan pengalaman yang lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit).
  3. Menarik perhatian siswa lebih besar (jalanya pelajaran tidak membosankan).
  4. Semua indra murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indra dapat diimbangi oleh kekuatan indra lainnya.
  5. Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
  6. Dapat memangkitkan dunia teori dengan realitanya.

Levie dan Lentz ( 1982:21) berpendapat bahwa media pembelajaran, khususnya media visual memiliki empat fungsi atensi, fungssi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris[15].

  1. Fungsi atensi  media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada siswa kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
  2. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
  3. Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

Media pembelajaran, menurut Kemp dan Dayton (1985: 28), dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi[16].

Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:

  1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;
  2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
  3. Metode belajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
  4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan, memerankan, dan lain-lain.

Encyclopedia of Educational Research dalam hamalik (1994: 15) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut[17]:

  1. Meletakan dasar yang konkret untuk berpikir.
  2. Memperbasar perhatian siswa.
  3. Meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar.
  4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
  5. Menumbuhkan pemikiran teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
  6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa.
  7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

Dari uraian dan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bebrapa manfaat praktis dalam penggunaan media pembalajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut:

  1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
  2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkunganya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
  3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.

[1] Abdul Hamid M.A, Pembelajaran Bahasa Arab, UIN Malang Pers (Malang : 2008) hal 168

[2] prof. Dr. Azhar Arsyad  M.A, Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada (Jakarta: 2006) hal 3

[3] Prof. Dr. H. Asnawir, Media Pembelajaran, Ciputat Pers ( Jakarta : 2002) hal 11

[4] ibid

[5] Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, UIN Malang Pers (Malang : 2009)  hal 25

[6] ibid

[8] Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A. Media Pembelajaran,2006, halaman: 15, Jakarta: PT Raja Grafindo

[9] Ibid….16

[11] Azhar Rasyid, Media Pengajaran, 1997, halaman 9, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

[12]Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, UIN Malang Pers (Malang : 2009)

[13] Prof. Dr. H. Asnawir, Media Pembelajaran, Ciputat Pers ( Jakarta : 2002) hal 21

[14] Ibid hal 24

[15] prof. Dr. Azhar Arsyad  M.A, Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada (Jakarta: 2006) hal 17

[16] ibid

[17] ibid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: