Wasail (konsep umum media pembelajaran)

Published 13 Maret 2012 by bebekoneng

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam metodologi pembelajaran ada dua aspek yang paling menonjol, yakni metode mengajar dan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dapat mempertinggi kualitas proses belajar-mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar para siswa. Belajar-mengajar adalah suatu sistem yang didalamnya melibatkan sejumlah kmponen yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Dan diantara komponen itu adalah guru dan media. Dengan demikian kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar sangat penting untuk menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2. Apakah dasar atau landasan yang digunakan dalam penggunaan media pembelajaran?
3. Apakah urgensi dari penggunaan media pembelajaran?
4. Apa saja fungsi dan manfaat media pembelajaran?

C. Tujuan
1. Mengetahui dan mengerti tentang maksud dari definisi media pembelajaran.
2. Mengetahui dan mengerti dasar atau landasan yang digunakan dalam media pembelajaran.
3. Mengetahui dan mengerti urgensi dari penggunaan media pembelajaran.
4. Mengetahui dan mengerti fungsi dan manfaat media pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP UMUM MEDIA PEMBELAJARAN
A. Definisi Media Pembelajaran
Banyak sekali pengertian media pemelajaran yang diungkapkan oleh para tokoh, tetapi menurut terminologi kata media berasal dari bahasa latin medium, yang artinya perantara. Secara harfiah katamedia memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (وسا ئل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Association for Education and Comunication Technology (AETC) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program intructional .
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik dari kesimulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performance mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .
Gerlach dan Ely (1971), memberikan pengertian media secara luas dan secara sempit. Adapun secara luas yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah setiap orang, materi, atau peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Bertolak dari pengertian tersebut media tidak hanya berupa benda, tetapi dapatberupa manusia dan peristiwa pembelajaran. Guru, buku teks, lingkungan sekolah dapat menjadi media. Adapun pengertian secara sempit yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah sarana nonpersonal (bukan manusia)yang digunakan oleh guru yang memegang peranan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan. Dengan demikian pengertian tersebut cenderung menganggap wujud media adalah alat-alat grafis, foto grafis, atau elektronik untuk menangkap, menyusun kembali informasi visual atau verbal .
Media pengajaran ternyata diartikan dengan berbagai cara, ada yang mengartikan “setiap orang”, materi, peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. (Winkel, 1991: 187). Apapun batasan yang diberikan, terdapat persamaan-persamaan, diantaranya yaitu bahwa; media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Namun pada dasarnya media pembelajaran tersebut dipakai oleh seorang guru untuk:
1. Memperjelas informasi atau pesan pengajaran;
2. Memberi tekanan pada begian-bagian yang penting;
3. Memberi variasi pengajaran;
4. Memperjelas struktur pengajaran; dan
5. Memotifasi proses belajar siswa.
Dengan demikian beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para pakar pembelajaran tentang pengertian media pembelajaran, yang satu sama lain banyak memiliki kesamaan yaitu bagaimana pesan atau informasi secara efektif dan efisen dapat di terima dan selalu diingat oleh pembelajar.

B. Dasar / Landasan Penggunaan Media Penggunaan Media Pembelajaran
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris .
1. Landasan filosofis
Ada suatu pandangan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Bukankan dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka baik menggunaka media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
2. Landasan Psikologi
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta factor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut perlu diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan objek yang diamatinya. Bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.
3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, penalaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksankan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalahan dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen system pembalajaran yang telah disusun dalam fungsi desain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi system pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik dan latar.
4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memilih tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan kebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik media pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
C. Urgensi penggunaan Media Pembelajaran
Kegiatan dalam proses belajar mengajar, kehadiran media mempunyai arti cukup penting,karena kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting, karena seperti yang dikemukakan oleh Edgar Dale (dalam Sadiman, dkk,2003:7-8) dalam klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling konkrit ke yang paling abstrak, dimana partisipasi, observasi, dan pengalaman langsung memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pengalaman belajar yang diterima siswa. Penyampaian suatu konsep pada siswa akan tersampaikan dengan baik jika konsep tersebut mengharuskan siswa terlibat langsung didalamnya bila dibandingkan dengan konsep yang hanya melibatkan siswa untuk mengamati saja.
Hamalik (1986) Mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Yunus (1942: 78) dalam bukunya Attarbiyatu watta’liim mengungkapkan sebagai berikut:
ا نها أ عظم تا ثير افى الحو اس و اخمن الفهم,,,,,,,
فمارا,كمن سمع
Maksudnya: bahwasanya media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indera lebih dapat menjamin pemahaman…orang yang mendengarkan sajalah tidak sama tingkat pemahamanya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan mereka yang lihat, atau melihat dan mendengarkannya. Selanjutnya, Ibrahim (196: 432) menjelaskan betapa pentingnya media pembelajaran karena:
تجلب السرور للتلا ميذ وتجدّ دنشاطهم….
انهاتساعدعلى تشبيت الحقائق في اذهان
التلا ميذ…. انها تحيي الد رس
Maksudnya: media pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan memperbarui semangat mereka….membantu menetapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran.
Dalam hal diatas membahas bahwa siswa menerima pelajaran atau pengetahuan itu melalui pancaindra . Yakni mata melihat, telinga mendengar, tangan meraba, hidung mencium, dan mulut mengecap. Jika hal tersebut dinyatakan dengan persentase maka potensi pancaindra siswa yang terpusat pada pelajaran pada saat siswa mengikuti KBM melalui penglihatan sekitar 75%, melalui pendengaran 13 %, melalui perabaan 6%, melaui perasaan 6%,melalui penciuman 3%. Dari gambaran tersebut tampak jelas bahwa hampir tiga perempatnya (75%) dari mata pelajaran atau pengetahuan diterima oleh siswa melalui penglihatan .Sedangkan yang melalui pendengaran hanya 13 % saja. Dengan demikian pelajaran yang disertai media pengajaran termasuk alat peraga akan memperoleh hasil yang jauh lebih baik ketimbang pelajaran yang hanya menggunakan metoda ceramah saja.
Baugh dalam Achsin, 1986. Mengungkapkan kurang lebih 90% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan hanya sekitar 5% diperoleh melalui indera dengar dan 5% lagi dengan indera lainnya. Sementara itu , Dale (1969) memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang berkisar 75%, melalui indera dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%.
Selain itu juga terdapat penelitaian tentang perbandingan efektivitas pacaindera dari hasil pengajaran yang hanya memungsikan pendengaran saja dengan kombinasi belajar yang mengkombinasikan pendengaran dan penglihatan , menunjukan bahwa pelajaran yang diterima melalui pendengaran / pembicaraan ; 3jam kemudian yang dapat diingat kembali 70%, dan 3 hari kemudian hanya akan diingat 10% saja . Sementara itu pelajaran / pengetahuan yang diterima melalui penglihatan dan pendengaran menunjukan 3 jam kemudian siswa dapat mngingat kembali 85% dan 3hari kemudian siswa masih mampu mengingat sekitar 65 %. Dari hasil tersebut dapat kita simpulkan pengajaran yang mengandalkan ceramah saja akan mudah dilupakan siswa , karena setelah 3 hari hanya 10 % saja yang masih diingat. Sedangkan pengajaran yang mengkombinasikan pendengaran dan penglihatan yakni menggunakan metoda ceramah yang dibantu oleh media pengajaran maka dalam 3 hari usai mengikuti pelajaran yang masih diingat pelajar sekitar 65 % dari bahan pelajaran yang disajikan. Karena itu media pengajaran yang digunakan guru memiliki peran yang cukup urgen dalam membantu meningkatkan kemampuan pelajar diantaranya adalah:
1. Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa atau mahasiswa.
2. Media dapat mengatasi ruang kelas. Banyak hal yang sukar untuk dialami secara langsung oleh siswa/ mahasiswa didalam kelas seperti; objek yang terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan-gerakan yang terlalu cepat dan terlalu lambat. Maka dengan melalui media kesukaran-kesukaran tersebut dapat diatasi.
3. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Pengamatan yang dilakukan siswa dapat secara bersama-sama diaarahkan kepada hal-hal yang dianggap penting sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realistis.
6. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
7. Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
8. Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari sesuatu yang konkrit sampai kepada yang abstrak.
D. Fungsi,dan Manfaat Media Pembelajaran
Dalam proses belajar-mengajar, media memiliki fungsi yang sangat penting. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Selain fungsi tersebut Hamalik (1986: 10) mengemukakan bahwa penggunaan media dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar-mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Penggunaan media juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman, menyajikan materi/ data dengan menarik, memudahkan menafsirkan data, dan memadatkan informasi .
Pada awalnya media hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yakni berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa dalam rangka mendorong motivasi belajar, memperjelas, dan mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi lebih sederhana, konkrit, serta mudah dipahami. Dengan demikian media dapat berfungsi untuk mempertinggi daya serap dan retensi anak terhadap materi pembelajaran. Kemudian dengan masuknya pengaruh teknologi audio dan video dalam sistem pendidikan, lahirlah alat audio visual terutama menekankan penggunaan pengalaman langsung/ konkrit untuk menghindarkan verbalisme .
Pada saat ini media pengajaran mempunyai fungsi:
1. Membantu memudahkan belajar bagi siswa/mahasiswa.
2. Memberikan pengalaman yang lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit).
3. Menarik perhatian siswa lebih besar (jalanya pelajaran tidak membosankan).
4. Semua indra murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indra dapat diimbangi oleh kekuatan indra lainnya.
5. Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
6. Dapat memangkitkan dunia teori dengan realitanya.
Levie dan Lentz ( 1982:21) berpendapat bahwa media pembelajaran, khususnya media visual memiliki empat fungsi atensi, fungssi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris .
1. Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada siswa kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
3. Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Fungsi Media dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut :

Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Dan secara terperinci fungsi dari media pembelajaran adalah sebagi berikut :
1. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil.
2. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
3. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
4. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan menggunakan model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan sebagainya.
5. Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto siswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan sebagainya.

Media pembelajaran, menurut Kemp dan Dayton (1985: 28), dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya,yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi .
Sudjana dan Rivai mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu :
1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;
2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
3. Metode belajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Encyclopedia of Educational Research dalam hamalik (1994: 15) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut :
1. Meletakan dasar yang konkret untuk berpikir.
2. Memperbesar perhatian siswa.
3. Meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar.
4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
5. Menumbuhkan pemikiran teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa.
7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
Dari uraian dan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bebrapa manfaat praktis dalam penggunaan media pembalajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkunganya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.

BAB III
KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
2. Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris
3. Media pengajaran yang digunakan guru memiliki peran yang cukup urgen dalam membantu meningkatkan kemampuan pelajar diantaranya adalah:
a. Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa atau mahasiswa.
b. Media dapat mengatasi ruang kelas.
c. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan.
d. Media menghasilkan keseragaman pengamatan.
e. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realistis.
f. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
g. Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
h. Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari sesuatu yang konkrit sampai kepada yang abstrak.
4. – Fungsi media pembelajaran adalah Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung, Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung, Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara, Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan, Dengan mudah membandingkan sesuatu.
– Manfaat Media Pembelajaran adalah Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan, Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak dan Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu

DAFTAR PUSTAKA
Hamid AbduL dkk. Pembelajaran Bahasa Arab.Malang. 2008. UIN Malang Pers.
Arsyad Azhar.Media Pembelajaran. Jakarta.2006. PT Raja Grafindo Persada.
Asnawi. Media Pembelajaran. Jakarta. 2002. Ciputat Pers.
Rosyidi Abdul Wahab.Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang. 2009. UIN Malang Pers.
Sadiman. Arif.dkk. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya.Jakarta. 2007PT. Raja Grafindo Persada.
Sudjana Nana dan Rivai Ahmad. Media Pengajaran. Bandung. 2008 Sinar Baru Algensindo.
http://www.infoskripsi.com/Article/Kajian-Pustaka-Media-Pembelajaran.
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194704171973032-MULIATI_PURWASASMITA/MEDIA_PEMBELAJARAN.pdf

http://wanrusmawan07.wordpress.com/2009/08/22/urgensi-media-pengajaran-dalam-kbm/

One comment on “Wasail (konsep umum media pembelajaran)

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: