Analisis Kesalahan (error analysis)

Published 3 Mei 2012 by bebekoneng

Analisis Kesalahan Berbahasa (error analysis/ تحلیل الأخطاء)
Disusun Oleh:
Kelompok 4
M.ulil Azmi D02210003
Suci Masiatul Choiroh D02210007
Rosmala Dewi D02210016
Siti Nur’aini D32210060
A. Pengertian Analisis Kesalahan Bahasa
Dalam literatur tentang pengajaran bahasa, para sarjan membedakan dua macam kesalahan berbahasa. Dalam literatur bahasa inggris dipergunakan istilah dan dibedakan mistake dan error. Pit. S. Corder membedakan dua macam kesalahan, yakni (1) kesalahan berbahasa yang terjadi tidak secara sistematis dalam tutur seseorang dan (2) kesalahan berbahasa yang terjadi secara sistematis pada tutur seorang yang belajar bahasa. Dua tipe kesalahan ini dihubungkan dengan konsep Noam Chomsky performance dan competence. Ada kesalahan yang disebabkan oleh dan dalam fakta performance dan ada pula kesalahan yang disebabkan oleh faktor-faktor competence. Berdasarkan konsep itu, Pit S. Corder memberikan perbedaan antara mistake, dan error. Begitu juga dalam sebuah kamus kebahasaan,analisis kesalahan diartikan sebagai berikut” the study and analysis of the errors made by second language learners”.
Mistake adalah penyimpangan yang disebabkan oleh faktor-faktor performance seperti keterbatasan ingatan, mengeja dalam lafal, tekanan emosional, dan sebagainya. Kesalahan seperti ini mudah diperbaiki jika penutur atau pembicara diingatkan. Sedangkan error adalah penyimpangan-penyimpangan yang sistematis dan konsisten dan menjadi ciri khas berbahasa siswa yang belajar bahasa pada tingkat tertentu. Pit. S. Corder menyatakan ciri kunci ialah : “ that the learner is using a definite system of language at every point in his development, although it is not… that of the second manguage… the learner’s error’s systemand are them selves systematic.(Pit. S. Corder, 1981, hal. 16)
Akan tetapi keslahan menurut corder itu sendiri (1971), dapat dibedakan menjadi :
1. Salah (mistake/الأغلاط): penyimpangan struktur lahir yang terjadi karena penutur tidak mampu menentukan pilihan penggunaan ungkapan yang tepat sesuai dengan situasi yang ada.
2. Selip (lapses/زلةاللسان): penyimpangan bentuk lahir karena beralihnya pusat perhatian topic pembicaraan secara sesaat,kelelahan tubuh juga bisa menimbulkan selip bahasa.
3. Silap (eror/الأخطاء); penyimpangan bentuk lahir dari struktur baku yang terjadi karena pemakaian belum menguasai sepenuhnya kaidah bahasa.

Pit. S. Corder malah menggusulkan penggunaan istilah transitional competence kompetensi peralihan yang menunjuk kepada system antara yang dilakukan oleh siswa bahasa menuju bahasa yang dipelajari.(Pit. S. Corder, 1981,Ham.10 )
Chrystal (dalam pateda 1989:32) mengungkapkan bahwa analisis kesalahan adalah sebuah teknik untuk mengidentifikasi atau menginterprestasikan sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat siswa yang sedanga belajar bahasa asing atu bajsa kedua dengan menggunakan bahasa asing atau bahasa kedua dengan menggunakan teori-teori atau prosedur-prosedur berdasarkan linguitik. Dengan adanya analisis,pendidik dapat mengatahui kesalahan-kesalahan berbahasa apa saja yang dilakukan oleh pembelajar,juga factor-faktor yang mempengaruhi munculnya kesalahan-kesalahan tersebut.

B. Klasifikasi kesalahan bahasa
Dalam analisis kontrastif klasifikasi kesalahan akan didasarkan pada tataran analisis. Jadi, akan dipasangkan kesalahan akibat interferensi atau transfer pada tataran fonologi, tataran morfologi, tataran sintaksis, dan tataran simantik.
Agak kesulitan juga untuk menentukan dan mengelompokkan jenis-jenis kesalahan-kesalahn yang dibuat karena bahasa dan berbahasa merupakan satu proses internal dan eksternal. Walaupun demikian, demi kepentingan penelitian dan berdasarkan beberapa hasil penelitian, kesalahan-kesalahn yang dibuat dapat dikelompokkan seperti dibawah ini
1) Siswa belajar bahasa kedua memanipulasi secara tidak sadar unsur-unsur permukaan bahasa yang dipelajari secara sistematis dalam beberapa cara.
a) Penghilangan butir-butir bahasa yang tidak memegang peranan yang penting untuk makna sebuah kalimat butir-butir bahasa yang hanya berfungsi gramatikal dihilangkan atau ditinggalkan karena butir bahasa tersebut tidak mempunyai fungsi semantik. Misalnya, siswa mengghilangkan verbum penghubung kalimat ekuitasi bahasa inggris, bahasa jerman, dan bahasa Perancis. Siswa berlatar belakang bahasa Indonesia pada umumnya melakukan kesalahan demikian. Siswa hanya berkalimat yang memuat argumen-argumen semantik
Contoh: He a teacher (ia seorang guru)
My mother ill (ibu saya sakit)
Konyugasi verbum to be bahasa inggris tidak dipergunakan karena konyugasi verbum to be dalam kalimat tersebut hanya berfungsi gramatikal dan tidak simantis.
b) Penandaan ganda pada kalimat bentuk-bentuk simantik yang tidak perlu mungkin seorang siswa indonesia akan membuat kalimat bahasa inggris.
c) Ketaatasasan pada kaidah yang ada. Pada umumnya siswa pelajar bahasa kurang mengenal ‘kecualian’ dalam bahasa ajaran. Siswa indonesia mungkin akan membentuk waktu lampau bahasa inggris untuk eat dengan eated dan bentuk plural sheep dengan sheeps.
d) Salah letak. Sering runtun yang terjadi ini tidak sama dengan bahasa sasaran.’what darti is doing?’ merupakan contoh salah runtun dalam bahasa inggris yang dibuat oleh siswa pelajar bahasa inggris asal Indonesia.
2) Developmental error’s (kesalahan keperkembangan)
Kesalahan ini terjadi sama seperti seorang anak belajar bahasa pertama seorang anak Indonesia akan membuat kalimat ‘bapak kantor’ kesalah ini tergolong kesalahan dalam proses menuju ke benar. Pelajar bahasa kedua membuat ujaran yang “mungkin salah” dalam proses ke berbahasa yang benar. Jadi, kesalahan keberkembangan menunjukkan usaha siswa untuk berbahasa bahasa ajaran berdasarkan pengetahuan mereka yang terbatas tentang bahasa ajaran atau pengalaman siswa yang terbatas dalam berbahasa ajaran. Keberbahasaan siswa akan membaik dan membenar sejalan dengan pengetahuan dan pengalaman meraka yang bertambah.

C. Tujuan dan manfaat Analisis Kesalahan Berbahsa
Analisis kesalahan merupakan usaha membahas kebutuhan-kebuthan prakti guru kelas. Secara tradisional, analisis ksalahan bertujuan menganalisis kesalahan-kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pembelajar behasa kedua. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu guru dalam hal menentukan urutan bahan pengajaran, memutuskan pemberiana penekanan, penjelasan dan praktik yang diperlukan, memberikan remidi dan latihan-latihan, dan memilih butir-butir bahasa kedua untuk keperluan tes profisiensi pembelajar (Sudiana, 1990:103).

D. Cara Menggunakan makna yang sesuai dalam bahasa asing
1. Mempunyi kamus dan selalu membacanya serta memahami dan mendalami makna dan cara pemakaian kata yang terdapat dalam kamus.
2. Memperbanyak membaca surat kabar,majalah, buku,dll dan menyaksikan siaran berita international
3. Mengikuti kegiatan ceramah, terutama ceramah yang berhubungan dalam kebahasaan. Karena kegitan ini selain bermanfaat untuk menambah kosa kata akan tetapi juga bisa menambah kaidah bahasa.
4. Menggunakan bahasa baik dalam keadaan formal atau informal dengan selalau memperhatikan kaidahnya
5. Membaca buku tentang tata bahasa. Karena dengan membaca buku tata bahasa kita mendapatkan petunjuk bagaimana caranya mengoperasikan sebuah kata dan kalimat yang benar.
6. Memperbanyak membaca buku sastra karena selain kosa kata bertambah, kita juga mendapatkan informasi tentang pemakaian sebuah kata dan kalimat yang bernilai rasa tinggi.

E. Langkah-langkah guru dalam mengoptimalkan analisa kesalahan dan pembenarannya.
Sebelum memulai menganalisa, seorang guru harus paham benar tentang tata bahasa yang baku dan berlaku. Misalnya adalah tentang kebakuan pelafalan, tulisan (ejaan), bentukan kata, dan tata kalimatnya. Karena pada hal menganalisa guru dihadapakan pada dua persoalan what dan how. Yaitu What, apa yang salah dan how, bagaimana cara memperbaikinya. Bagi seorang guru, hal yang penting adalah menemukan kesalahan itu kemudian menganalisanya. Hasil dari analisis itu sangat berguna untuk menindak lanjuti proses belajar mengajar yang dilakukan. Oleh karena itu dalam menganalisis kesalahan guru juga harus memiliki pengetahuan kebahasaan yang memadai dan pemahaman tentang tata bahasa yang banyak.

F. Metodologi Analisis Kesalahan
Metodologi analisis kesalahan, baik yang tradisional maupun yang diperbarui, pada umumnya dilaksanakan dengan langkah-langkah seperti dibawah ini.
1) Pengumpulan data dari karangan-karangan siswa ajaran atau dari hasil-hasil ujian.
2) Identifikasi kesalahan baik yang mendapatkan perhatian khusus dengan tujuan tertentu maupun penyimpangan yang umum.
3) Klasifikasi atau pengelompokan kesalahan.
4) Pernyataan tentang frekuensi tipe kesalahan
5) Identifikasi lingkup tipe kesalahan, dan
6) Usaha perbaikan.
Duskova dan Rosaipal berpendapat analisis kesalahn juga harus dapat (1) menganalisis sumber kesalahan (seperti interferensi, ketidak mantapan dalam ujaran atau sistem ujaran bahasa ajaran) dan (2) penentuan tingkat kekacauan yang disebabkan oleh kesalahan dalam hubungan dengan komunikasi dan norma-norma pemakaian.
Kesalahan yang menimbulkan salah interpretasi atau menimbulkan makna yang berbeda atau tidak dapat dipahami sama sekali dikatakan kesalahn global. Sedangkan yang terjadi kepada butir-butir bahasa yang tidak menimbulkan kekacauan interpretasi dikatakan kesalahan lokal. Pengumpulan data karangan-karangan siswa dapat dilakukan beberapa kali sepanjang dipandang perlu dan berguna. Panjang karangan siswa antara 500-550 kata dengan judul yang telah ditentukan atau dipilih sendiri oleh siswa pembelajar bahasa. Karangan-karangan siswa akan diperiksa dan diidentifikasi kesalahan-kesalahan apa saja yang dibuat siswa. Fokus dan variabel kesalahan sudah harus ditentukan lebih dahulu agar peneliti atau guru bahasa tidak bekerja secara tidak menentu dan terarah.
Identifikasi kesalahan ditentukan oleh peneliti sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Pada umumnya, identifikasi kesalahn ditentukan berdasarkan kategori linguistik dan ciri-ciri perbedaan antara B1 dan B2. Sebagai contoh diberikan instrumen identifikasi kesalahan berbahasa tulis siswa, misalnya SD atau SLTP berbahasa indonesis, dan siswa/mahasiswa Indonesia yang belajar bahasa jerman. Kategori kesalahan adalah kategori linguistik.
Setiap kesalahan berbahasa siswa akan dikelompokkan berdasarkan instrumen yang telah ditentukan. Setiap kalimat atau paragraf masing-masing siwa diteliti dan dicatat sesuai dengan kategori kesalahan yang telah ditentukan. Klasifikasi kesalahan yang akan dilakukan untuk setiap siswa secara individual. Baru kemudian diidentifikasi kesalahan secara klasikal atau menyeluruh.
Setiap kategori kesalahan secara linguistik dihitung frekuensi dan berapa besar jumlah kesalahan secara individual dan klasikal. Dengan pengetahuan tentang frekuensi dan besarnya kesalahan dan diasumsikan sumber-sumber kesalahan yang dibuat siswa baik secara individual maupun secara klasikal.
Sumber-sumber kesalahan dapat dikategorikan berdasarkan landasan teori yang dianut secara umum. Misalnya, sumber kesalahan akibat transfer dari B1 ke B2, sumber kesalahan yang dapat dikategorikan pada kesalahan idiosinratik, sumber kesalahan dalam kategori keberkembangan, sumber kesalahan akibat proses belajar mengajar, atau lain-lainya. Sumber kesalahan diasumsikan dan diduga peneliti sendiri berdasarkan data dan penggalaman peneliti.
Berdasarkan pengetahuan peneliti atau guru tentang jenis dan kategori kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa pembelajar bahasa diupayakan perbaikan. Upaya perbaikan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mengganti metode mengajar agar cocok dan berhasil, mengganti buku siswa, mencari teknik-teknik mengajar yang lebih dapat membantu siswa memperbaiki kesalahannya, memberiakan model-model belajar bahasa yang benar dan baik, meningkatkan pelatihan untuk butir-butir kesalahan tertentu, atau memberikan penjelasan jika diperlukan dan berguna.
G. Contoh Analisis Kesalahan Berbahasa
a. Contoh Analisis kesalahan bahasa pada Bahasa Inggris
ERRORS CORRECTS
1. I want to collect my task
2. I will enter a lecture to day
3. May I follow you ?
4. Don’t be busy ,please! 1. I want to submit my task
2. I will attend a lecture to day
3. May I come with you ?
4. Don’t bother your self, please!
b. Contoh Analisis Keasalahan bahasa pada Bahasa Arab
التصحيح الأخطاء
1. هذه الحالة الطارئة تلزمنى لرجوع
2. قد رأيت الجبال الشاهق
3. اِنْتَهِزْ وَقْتَكَ
4. ذهبت مع خالتى بالأمس

1. هذه الحالة الضرورية تلزمنى لرجوع
2. قد رأيت الجبال العالية
3. اِسْتَعْمِلْ وَقْتَكَ
4. ذهبت مع عمّى بالأمس

c. Contoh Analisis kesalahan bahasa pada Bahasa Indonesia
Salah Benar
1. “Rasanya panas, kalau malam tidur di kamar, harus pakai kipas terus”kata suci.
2. “menjual barang tidak bisa memaksa orang membeli” ujar siti.
3. Lokasi kejadian jauh dari permukiman warga.
4. Ayah empat anak itu seakan tidak memedulikan gas yang menyembur 5 meter dari warungnya. 1. “Udaranya panas, kalau malam tidur di kamar, harus pakai kipas terus” kata suci.
2. “menjual barang tidak bisa memaksa orang untuk membeli” ujar siti.
3. Lokasi kejadian jauh dari pemukiman warga.
4. Ayah empat anak itu seakan tidak memperdulikan gas yang menyembur 5 meter dari warungnya.

Daftar Pustaka:
Abdul Chaer, linguistik Umum, 2007 jakarta, Rineka Cipta.
Kamus Arab Munjid, wal m’jim al-Arabiyah ukhra.
Taufiqurrohcman, 2008 Leksikologi Bahasa Arab, UIN-Malang Press.
Samsuri,1985.Analisis Bahasa.Jakarta: Erlangga
Prof. Dr,Petada,Mansur,2001.Semantik Leksikal.Jakarta:Rineka Cipta
Jack.C Richard,Longman dictionary of language teaching and applied
linguistic,(Great Britain,2010)

Pit S.Corder,Eror Analysis and Interlanguage,(Oxford University Press,1982)

Pranowo, Analisis pengajaran Bahasa,(Yogyakarta:Gadjah Mada University
Press,1996)

Drs. Dian Indihadi,Analysis kesalahan berbahasa.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: